Berita Terbaru :
Kebun Emas 250 x 250
Tampilkan postingan dengan label nasional. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label nasional. Tampilkan semua postingan

Berharap Hujan Lebat Turun Bersihkan Abu Kelud

Masyarakat Yogyakarta saat ini berharap hujan lebat dapat membersihkan abu vulkanik yang menempel di atap rumah, jalan-jalan dan juga pepohonan. Namun harapan akan turunnya hujan dengan intensitas tinggi sepertinya tak akan terwujud.

Kepala Seksi Data dan Informasi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Yogyakarta, Tony Agus Wijaya mengatakan, saat ini di wilayah DIY puncak musim hujan sudah berakhir. Namun potensi hujan masih dapat berlangsung hingga April mendatang.

"Curah hujan di wilayah DIY saat ini terus menurun seiring berakhirnya musim hujan di wilayah DIY pada akhir bulan April yang akan datang," katanya, Sabtu 15 Februari 2014

Tony menyatakan curah hujan di wilayah DIY diperkirakan 20 mililiter per hari, jauh dari saat puncak musim penghujan pada Januari lalu. "Jika terjadi hujan maka hujan berlangsung ringan," paparnya.

Potensi hujan lebat sendiri masih dapat berlangsung manakala terjadi gangguan cuaca. Gangguan cuaca yang dimaksud yakni terciptanya badai tropis di wilayah perairan Australia sehingga mempengaruhi cuaca di wilayah DIY.

"Namun hal seperti ini sulit dipastikan karena kondisi terus berubah-ubah setiap harinya," ungkapnya. (vivanews.com)

Inflasi di DIY pada Maret diperkirakan menurun

Jogja (Antara Jogja)-Laju inflasi di Daerah Istimewa Yogyakarta pada Maret 2013 diperkirakan menurun dibandingkan dengan inflasi bulan Februari dan Januari, kata Ketua Tim Teknis Pengendali Inflasi provinsi ini, Djoko Raharto.

"Saya masih yakin inflasi pada bulan ini lebih rendah dibandingkan inflasi pada Januari yang mencapai 0,96 persen dan pada Februari sebesar 0,93 persen. Ini antara lain didukung dengan mulai menurunnya beberapa kebutuhan pokok pada bulan ini termasuk bawang putih,"katanya di Yogyakarta, Minggu.

Djoko mengaku optimistis karena meskipun beberapa harga kebutuhan bahan pokok ada yang masih bertahan tinggi, namun beberapa kebutuhan bahan pokok yang lain sudah mengalami penurunan secara berangsur, antara lain bawang putih yang semula sempat mencapai Rp70.000 per kilo gram (kg) saat ini mampu mencapai Rp50.000 hingga Rp45.000 per kg.

"Memang untuk bawang putih kita tetap bergantung pada impor, namun untuk bulan ini pasokan di pasaran akan terus melimpah sehingga harga diperkirakan akan terus mengalami penurunan,"katanya.

Selanjutnya, harga berbagai jenis beras yang pada Februari berkisar antara Rp8.000 hingga Rp9.000 per kg saat ini berangsur menurun menjadi mulai Rp7.500 hingga Rp8.500 per kg dan harga telur ayam ras yang pada bulan lalu masih mencapai Rp17.000 per kg, saat ini menjadi Rp15.000 per kg.

Sementara itu, lanjut dia, menyusul melambungnya harga cabai rawit yang mencapai Rp45.000 per kg sejak sepekan yang lalu, menurut dia, memang akan memiliki pengaruh terhadap inflasi namun tidak terlalu signifikan dibandingkan apabila beras atau telur mengalami kenaikan.

"Konsumsi masyarakat akan cabai rawit di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) juga tidak terlalu besar, sehingga gejolak yang dihasilkan tidak terlalu besar,"katanya.

Sementara itu terkait kenaikan Tarif Dasar Listrik (TDL) tahap dua yang telah dicanangkan pemerintah jatuh pada April 2013 sebesar 4,3 persen, menurut dia, juga diperkirakan belum terlalu signifikan mempengaruhi laju inflasi di DIY.

"Pengaruhnya tidak akan terlalu signifikan karena tergantung berapa persen penggunaan energi listrik di dalam struktur biaya produksi, tidak bisa dipukul rata,"katanya. (antarayogya.com)

SBY: DIY Bagian Penting RI


JOGJA—Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono menyatakan bahwa DIY merupakan bagian penting dari Indonesia. Saat ini sudah memiliki UU 13/2012 tentang Keistimewaan DIY sebagai pengakuan atas status Keistimewaan Jogja secara lebih jelas dan lebih formal.

“Dengan berlandaskan adat, pengakuan hak asal usul kerakyatan, demokrasi, kebhineka tunggalikaan, efektifitas pemerintahan, kepentingan nasional dan pendayagunaan kearifan lokal, UU itu memberi kewenangan istimewa pada tata cara pengisian jabatan, kedudukan serta tugas, dan wewenang gubernur dan wagub,” kata SBY dalam sambutan pelantikan di Gedung Agung, Rabu (10/10/2012).

UU itu juga memerikan keistimewan pada penataan kelembagaan pemerintah DIY, pengembangan kebudayana, pegaturan pertanjahan serta tata ruang dan dana keistimewaan.

UU nomor 13 ini bentuk pengakuan sekaligus penghormatan negara atas satuan pemerintahan daerah yang bersifat khusus dan bersifat istimewa. Negara mengakui keistimewaan Jogja sebagai suatu pemerintaha daerah yang berbeda dengan daerah provinsi lainnya.

UU ini juga instrumen Yuridis demi berjalannya pemerintahan DIY, yang demokratis dan terwujudnya kesejahteraan dan ketentraman masyarakat. “Bersamaan dengan itu ingin saya tegaskan bahwa Jogjakarta adalah bagian utama dari negarakesatuan republik Indonesia, Jogja juga jadi bagian penting dari demokratisasi dan tranformasi kehidupan bangsa yang kita lakukan belakangan ini,” jelas SBY. (harianjogja.com)

Foto Otentik Ungkap Kematian Pemimpin NII Kartosoewirjo


SM Kartosoewirjo dieksekusi komandan regu tembak, 5 September 1962 / Fadli Zon
JAKARTA - Teka-teki eksekusi mati seorang imam dan Pimpinan Darul Islam/Tentara Islam Indonesia(DI/TI), Sekarmadji Maridjan Kartosoewirjo, yang memproklakmirkan Negara Islam Indonesia (NII), terungkap melalui 81 foto yang dimiliki oleh Fadli Zon, penulis buku "Hari Terakhir Kartosoewirjo: 81 Foto Eksekusi Mati Imam DI/TII".

Lebih dari 50 tahun, informasi terkait pimpinan DI tersebut tertutup rapat. Informasi tersebut, misalnya, soal bagaimana dia dieksekusi maupun lokasinya. Selama ini melalui desas-desus yang beredar di masyarakat, Kartosoewirjo dieksekusi dan dimakamkan di Kepulauan Seribu tepatnya di Pulau Onrust, Jakarta Utara. Namun, kabar tersebut salah.

Setidaknya hal ini terungkap dari 81 foto yang dipamerkan di Galeri Cipta II, Taman Ismail Marzuki, Jakarta. Foto-foto ini bercerita mulai dari pertemuan terakhir dengan keluarganya, makanan terakhir yang dimakannya, perjalanannya ke pulau, eksekusi mati, jenazah yang dimandikan di laut dan disholatkan, serta pemakamannya di Pulau Ubi, Kepulauan Seribu Jakarta Utara.

Foto-foto koleksi Fadli Zon, yang juga politisi Partai Gerindra, mengungkapkan misteri yang tidak terungkap selama 50 tahun silam tersebut melalui buku tersebut. Buku setebal 90 halaman yang bercerita Kartosoewirjo, yang pernah dianggap seorang satria piningit ini dipandang cukup komprehensif. Buku ini memiliki kelengkapan foto dibandingkan buku-buku sebelumnya.

Menurut Fadli, foto detik-detik terakhir eksekusi Kartosoewirjo ini belum pernah dipamerkan dan satu-satunya di dunia. (jogja.tribunnews.com)

RUUK DIY: Sultan HB X Bersedia Tak Gabung Parpol

Sri Sultan HB X (JIBI/Harian Jogja/dok)
Sri Sultan Hamengku Buwono X bersedia tak bergabung dengan partai politik selama menjabat Gubernur DIY. Konsekuensi itu harus dilakukan karena Rancangan Undang Undang Keistimewaan (RUUK) mensyaratkan Gubernur dan Wakil Gubernur DIY tidak boleh bergabung dengan partai politik.

“Saya kira [non partisan] itu sudah menjadi konsekuensi dan sudah disampaikan pada saat itu. Bukan berpolitik, kalau saya tidak keliru itu tidak boleh gabung partai politik, berpolitik boleh,” kata Sultan di Kompleks Kepatihan Jogja, Senin (27/8).

Aturan mengenai Sultan dilarang bergabung dengan parpol adalah tambahan dalam RUUK. Ide tersebut disampaikan oleh semua fraksi di Komisi II DPR RI agar Sultan dan Paku Alam yang bertahta netral karena raja milik rakyat. Jika memihak partai tertentu, dinilai tidak ada bedanya dengan daerah lain yang tidak berstatus istimewa.

Sultan menambahkan, sejauh ini ia belum tahu persis isi dari RUUK DIY yang sudah selesai dibahas dalam tim Perumusan dan Sinkronisasi. “Saya belum tahu persis. Baru nanti malam Pak Sekda (Ichsanuri) akan laporan kepada saya,” kata Sultan.(harianjogja.com)

Kampus Terbaik, UGM Peringkat Sembilan ASEAN

Webometrics melakukan pemeringkatan kampus di dunia berdasarkan parameter digital. Misalnya, volume konten global yang terindeks di Google, dan lainnya.

Dari Indonesia, jumlah perguruan tinggi yang masuk pemeringkatan ini adalah 361 untuk edisi Juli 2012. Sebelumnya, di Januari 2012, hanya 352 perguruan tinggi.

Berikut adalah 10 besar perguruan tinggi asal Indonesia yang meraih skor terbaik di Webometrics:

* Universitas Gadjah Mada (Peringkat Dunia: 379; Peringkat ASEAN: 9)
* Universitas Indonesia (507; 15 )
* Institut Teknologi Bandung (568; 18)
* Institut Teknologi Sepuluh November (582; 19)
* Universitas Pendidikan Indonesia (630; 22)
* Universitas Gunadarma (740; 24)
* Institut Pertanian Bogor (764; 25)
* Universitas Brawijaya (837; 29)
* Universitas Sebelas Maret (883; 30)
* Universitas Diponegoro (948; 32)

Dari 10 perguruan tinggi peringkat tertinggi di Indonesia itu, hanya Universitas Gunadarma yang merupakan perguruan tinggi swasta. Lainnya adalah kampus negeri yang cukup ternama.

Berikut adalah kriteria yang digunakan Webometrics dalam melakukan pemeringkatannya:

* PRESENCE (Bobot: 20%), yaitu volume konten global yang terindeks Google
* IMPACT (50%), yaitu kualitas konten yang diukur dengan tautan eksternal dari pihak ketiga dengan data visibility-nya menggunakan dua mesin pencari yaitu Majestic SEO dan Ahrefs.
* OPENNESS (15%), yaitu jumlah rich file (pdf, doc, docs, dan ppt) yang terindeks di google scholar
* EXCELLENCE (15%), yaitu karya akademik yang dipublikasikan di jurnal international yang tergolong high-impact dengan sumber datanya diambil dari Scimago.

Sebagai perbandingan, peringkat sepuluh besar dunia adalah:

* Harvard University
* Massachusetts Institute of Technology
* Stanford University
* University of California Berkeley
* Cornell University
* University of Minnesota
* University of Pennsylvania
* University of Wisconsin Madison
* University of Illinois Urbana Champaign
* Michigan State University

Editor : Hanan Wiyoko || Sumber : Kompas.com || Jogja.tribunnews.com
 
jos