Berita Terbaru :
Home » » Film adalah Pendekatan terbaik untuk Generasi Digital

Film adalah Pendekatan terbaik untuk Generasi Digital

Redaksi | Sabtu, 13 Juli 2013 | dJogja info

Dalam kegiatan “Persemaian Nilai Budaya – Nonton Bareng Film Inspiratif 2013” di GOR Wates, Kulonprogo (15/6) lalu , Ketua Lembaga Sensor Film yang juga seorang Sejarawan Dr. Mukhlis PaEni kembali menyuarakan pentingnya media Film sebagai salah satu media pembentukan karakter bagi “Generasi Digital” , sebutannya untuk generasi muda masa kini. 

“Generasi masa kini adalah generasi mendekatkan yang jauh dan menjauhkan yang dekat . Mereka sangat lekat dengan berbagai perangkat teknologi seperti telepon genggam , laptop , ipad ; berbekal perangkat itu mereka dapat menjelajah ke seluruh dunia tetapi melupakan yang ada di sekitarnya ; sehingga media yang paling tepat untuk Generasi Digital itu adalah film . Film adalah media audiovisual yang menarik, mudah dicerna dan dapat langsung merasuk ke pikiran dan jiwa mereka ; sehingga perlu juga dipikirkan film apa saja yang sesuai sebagai tontonan” ,ungkapnya .

Dari sisi seorang sejarawan , Dr. Mukhlis PaEni pun mengungkapkan pentingnya film sebagai salah satu metode penanaman nilai – nilai arif kebudayaan kepada generasi muda . “Film adalah salah satu media transformasi pengembangan nilai – nilai budaya kita. Kendala dalam mengkomunikasikan dan menanamkan nilai – nilai dalam membentuk karakter generasi muda  kadang terbentur pada cara mengkomunikasikannya yang dianggap tidak logis ataupun sudah ketinggalan zaman ; sehingga diperlukan sebuah formulasi baru , penyegaran dalam cara untuk menyampaikannya ; film adalah media yang benar – benar mumpuni dalam mengemban misi itu . Saya juga berharap bagi industri perfilman sadar betul mengenai kekuatan sebuah film, sehingga kelak lebih banyak lagi diproduksi film – film inspiratif ; Indonesia sendiri kaya dengan ragam budaya yang menarik dan memiliki nilai arif yang dapat dipakai sebagai sumber ide untuk  layar lebar ; perlu diingat bahwa film Indonesia pertama diambil dari hikayat “Lutung Kasarung” di tahun 1926 . Industri perfilman harus menemukan formula baru dalam mengangkat berbagai ide cerita inspiratif yang memiliki nilai – nilai arif karakter bangsa Indonesia , tentunya yang dapat sejalan dengan bisnis“, tuturnya.
 
Sedangkan dari sisi sebagai Ketua Lembaga Sensor Film, ia juga menyampaikan pentingnya melakukan “self censorship” atau dalam artian lain , filter keluarga . “Harus ada kesadaran , bahwasa orangtualah yang dapat melakukan bimbingan dan pemilihan tontonan kepada anak – anaknya .”

Selain Dr Mukhlis PaEni , turut hadir dan membuka acara “Persemaian Nilai Budaya – Nonton Bareng Film Inspiratif” di Kulonprogo yaitu  Wakil Menteri Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan bidang Kebudayaan Prof. Ir. Wiendu Nuryanti , M.Arch. , Ph.D .  Beliau sendiri menyatakan bahwa film merupakan media yang efektif dalam membangun karakter dan memberikan inspirasi kepada masyarakat . “Program ini merupakan pengejewantahan misi Kemendikbud RI dalam menjadikan nilai budaya sebagai fondasi penguat karakter bangsa lewat media film . Film itu dekat dengan kehidupan keseharian masyarakat serta mudah dicerna oleh siapapun . Diharapkan lewat Nonton Bareng Film Inspiratif ini, masyarakat dapat terinspirasi dan mengambil hikmah nilai – nilai arif seperti ketabahan, kejujuran, kedisiplinan, dan lainnya untuk ditanamkan dalam dirinya dan dipraktekkan dalam kehidupan kesehariannya “  

Program “Persemaian Nilai  Budaya – Nonton Bareng Film Inspiratif “ yang memiliki tagline “Film Berkarakter , Inspirasi Kita “ ini sendiri sudah memasuki tahun ketiganya ; untuk tahun 2013  akan diselenggarakan di 30 kota di seluruh Indonesia, dengan sasaran daerah – daerah yang belum memiliki infrastruktur / fasilitas setingkat dengan bioskop . Acara ini memiliki target audiens sekitar 2000 orang untuk setiap titiknya , yang terbagi dalam 3 sesi antara lain : guru, siswa dan masyarakat umum. 

Film – film yang diputar di dalam program “Persemaian Nilai Budaya” , juga telah melewati seleksi dari tim kurator yang memiliki beragam latar belakang profesi antara lain psikolog, praktisi pendidikan , produser film , lembaga sensor film dan lainnya ; mereka memastikan film – film yang akan dibawa berkeliling ini memiliki nilai – nilai positif yang sesuai dengan 18 karakter bangsa yang memang sedang giat disosialisasikan oleh Kemendikbud RI , serta mudah dicerna oleh para penonton di daerah .
Share this post :
Comments
0 Comments

Posting Komentar