Berita Terbaru :
Home » » Desa Hargotirto Dinilai Tim Lomba Toga Nasional

Desa Hargotirto Dinilai Tim Lomba Toga Nasional

Redaksi | Jumat, 13 April 2012 | dJogja info

WATES - Tim Penilai Lomba Tingkat Nasional dalam Pemanfaatan Hasil Tanaman Obat Keluarga (Toga), mengunjungi Desa Hargotirto Kecamatan Kokap Kamis (12/4). Tim yang dipimpin drg. Farida diterima oleh Wakil Bupati Kulonprogo Drs. H. Sutedjo, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten dr. Hj. Dwikisworo Setyowireni, Sp.A(K), beberapa pimpinan SKPD, Camat Kokap dan perangkat desa Hargotirto serta warga masyarakat setempat.

Rombongan tim yang terdiri dari PKK pusat dan Kementerian Kesehatan melihat langsung pemanfaatan hasil Toga di kompleks SMPN 2 Kokap, pedukuhan Segajih, pedukuhan Sekendal dan pedukuhan Soropati, serta melihat dari dekat rumah produksi gula semut Mbok Tani bantuan dari SIKIB.

Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Kulonprogo, dr. Hj. Dwikisworo Setyowireni, Sp.A(K) mengatakan pemanfaatan Toga merupakan wujud partisipasi masyarakat yang sebenarnya telah ada sejak nenek moyang.

“Toga selain bermanfaat untuk konservasi lingkungan, juga ekonomi karena mampu menambah penghasilan keluarga, terlebih di jaman sekarang mempunyai peluang bisnis yang besar dengan adanya pengobatan herbal dengan slogannya back to nature,” terangnya.

Sementara ketua tim penilai drg. Farida mengaku sangat kagum dengan pemanfaatan Toga di Hargotirto yang telah ada sejak lama dan bukan karena akan dilakukan kegiatan lomba. Hal ini terlihat dengan banyaknya jenis-jenis tanaman yang ada telah lama tumbuh subur di beberapa pekarangan warga masyarakat.

“Kita harus menggali apa yang selama ini terbenam di negara kita, kita punya segudang tanaman yang belum banyak dimanfaatkan, padahal kalau digunakan sangat minim efek samping dibanding obat-obatan kimia, mudah-mudahan kedepan masyarakat banyak akan semakin mengenal pemanfaatan Toga ini,”terangnya.

Farida berharap kegiatan yang dilakukan bukan semata-mata untuk meraih prestasi, tetapi terus menerus dilestarikan, terlebih peran serta SIKIB sangat positif untuk membantu mensejahterakan masyarakat. Adanya taman herbal yang ada di kompleks rumah pintar diharapkan ke depan dapat dibuat di tempat lainnya, seperti RT, RW, kecamatan-kecamatan sehingga semakin semarak.

Menurut Farida penilaian yang dilakukan merupakan hasil seleksi administrasi dan telah masuk enam besar nasional kabupaten, sehingga tinjauan lapangan untuk memberikan nilai tambah penentuan ranking.

“Hasil penilaian yang telah lolos 6 kabupaten dan 6 kotamadya, untuk kabupaten termasuk Kulonprogo pesaingnya adalah kabupaten Sukoharjo, Lampung Tengah, Banyuwangi, Tebo di Jambi, Luwuk Utara di Sulawesi Utara, nantinya kita akan urutkan nilai untuk prestasi masing-masing dengan penghargaan untuk kategori Pakarti Utama 1, 2 dan 3 serta Pakarti Madya 1, 2 dan 3. Penyerahan penghargaan di Sidoarjo Jawa Timur, 23 Mei mendatang, semoga Kulonprogo nanti juara I, namun konsekuensinya siap untuk menerima tamu-tamu yang bakalan datang study banding,”katanya.

Sementara Wakil Bupati Kulonprogo Drs. H. Sutedjo berharap pelaksanaan kegiatan mampu membawa manfaat yang besar bagi Kulonprogo terlebih khusus masyarakat Hargotirto terutama dalam pemanfaatan pekarangan dengan Toga.

"Saya percaya semua rumah pekarangan yang ada di Kokap apalagi Hargotirto pasti terdapat Toga meski hanya terdapat 5 - 10 jenis yang dimanfaatkan sebagai pengobatan tradisional secara turun temurun, terlebih saat ini pengobatan alternatif sangat banyak disukai karena tanpa efek samping,"tambah Sutedjo.

Sumber: KR Jogja
Share this post :
Comments
0 Comments

Posting Komentar