Berita Terbaru :
Kebun Emas 250 x 250
Tampilkan postingan dengan label gunung kidul. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label gunung kidul. Tampilkan semua postingan

Gunung Kidul miliki objek wisata alam melimpah

Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta memiliki objek wisata alam yang melimpah berupa pegunungan karst, sungai bawah tanah, gua dan pantai, kata praktisi pariwisata Yogyakarta Widi Utaminingsih.

"Namun, potensi objek wisata yang melimpah itu, belum semuanya dikenal masyarakat karena belum digarap dengan optimal termasuk promosinya," kata Ketua Yayasan Widya Budaya Yogyakarta Widi Utaminingsih di Yogyakarta, Minggu.

Menurut dia, wilayah Kabupaten Gunung Kidul tersebut tidak hanya dianugerahi keindahan alam pantai namun juga keindahan kawasan pegunungan sewu berupa pegunungan karst yang di dalamnya terdapat gua dan sungai bawah tanah.

"Selama ini, wilayah tersebut memang belum digarap optimal, padahal banyak pelaku pariwisata di DIY mengharapkan peran pemda setempat untuk serius menggarap potensi tersebut, "kata Widi yang yayasannya bergerak di bidang studi pengembangan budaya dan pariwisata berbasis potensi lokal.

Ia mengharapkan dengan penggarapan yang optimal maka kawasan pegunungan sewu dapat menjadi ikon pariwisata Kabupaten Gunung Kidul selain kawasan objek wisata alam pantai selatan.

"Potensi keindahan pegunungan karst tersebut harus dimaksimalkan. jangan sampai potensi besar itu malah tidak memberi manfaat bagi masyarakat setempat," katanya.

Menurut dia, perlu kreativitas pemerintah kabupaten setempat untuk menarik investor sekaligus membangun citra Gunung Kidul dengan potensi objek wisata karst pegunungan sewu menjadi daya tarik kunjungan wisatawan.

"Kalau digarap serius saya optimistis pariwisata Gunung Kidul akan lebih maju dan berkembang lagi,"katanya. 

Sumber:http://www.antarayogya.com/berita/314132/gunung-kidul-miliki-objek-wisata-alam-melimpah

Hadapi Arus Mudik, Polda DIY Siagakan 2 Tim Sniper

GUNUNGKIDUL - Mengantisipasi terjadinya aksi kejahatan di jalur mudik, Kepolisian Daerah (Polda) DIY akan menempatkan sniper atau penembak jitu di titik-titik rawan tindak kriminal. Penembak jitu ini akan mengamankan para pemudik serta kendaraan angkutan sembako selama 24 jam mulai awal arus mudik hingga arus balik.

Kapolda DIY, Brigjen Haka Astana mengungkapkan, Polda DIY akan menerjukan dua tim penembak jitu di sepanjang jalur mudik yang melalui wilayah Yogyakarta mulai dari wilayah Temon Kulonprogo hingga Prambanan Sleman. Kedua tim tersebut akan terus melakukan pengamanan secara mobile.  Petugas akan melakukan tindakan tegas dengan menembak di tempat jika diketahui ada pelaku yang melakukan tindak kriminal.

Menurut Haka, Yogyakarta merupakan wilayah yang dilalui pemudik yang menggunakan jalur selatan. Jalur mudik mulai dari Temon, Sedayu, Ringroad hingga Prambanan akan dipenuhi oleh kendaraan yang hendak menuju ke wilayah Jawa Tengah bagian selatan serta Jawa Timur. Kondisi tersebut sering dimanfaatkan oleh pelaku kejahatan untuk melakukan tindakan kriminal.

“Kalau kondisi mendesak, maka bisa saja mengambil tindakan tembak di tempat. Kami akan menempatkan sniper untuk mencegah terjadinya kejahatan di titik-titik rawan kejahatan. Jangan sampai terjadi kejahatan seperti pembajakan truk beberapa waktu yang lalu,”katanya saat melakukan Safari Taraweh di Bangsal Sewokoprojo Wonosari, Kamis(25/7/2013) malam.(*)

Sumber:http://jogja.tribunnews.com/2013/07/26/hadapi-arus-mudik-polda-diy-siagakan-2-tim-sniper

Hujan Peluru Gegerkan Warga Gunung Kidul

Seorang warga Dusun Gading IV, Gading, Playen, Gunungkidul, saat menunjukkan lokasi peluru yang berjatuhan di dusun mereka, Senin (1/7/2013). | KOMPAS.COM/Y WIJAYA KUSUMA

YOGYAKARTA, KOMPAS.com — Warga Dusun Gading IV, Playen, Gunung Kidul, DI Yogyakarta, berlarian menyelamatkan diri setelah puluhan peluru mengenai rumah-rumah mereka, Senin (1/7/2013).

Peristiwa yang menggemparkan warga itu terjadi saat warga tengah menjalankan aktivitas. Tiba-tiba, terdengar beberapa kali tembakan dan ledakan dari arah barat.

"Kejadiannya sekitar pukul 09.00 WIB. Setelah terdengar bunyi tembakan dan ledakan, warga berlarian menyelamatkan diri," urai Darnoto, warga Dusun Gading, Senin.

Setelah tidak lagi mendengar suara tembakan, warga kembali ke rumah dan menemukan beberapa serpihan peluru sebesar jari kelingking orang dewasa.

Darnoto mengungkapkan, sesaat setelah kejadian, tentara dan polisi mendatangi lokasi dan melakukan pengecekan. "Saya menemukan dua proyektil peluru dan tadi polisi menemukan tiga," ungkap Darnoto.

Dia menuturkan, akibat kejadian tersebut, beberapa rumah warga mengalami kerusakan. Sebagian besar kerusakan terjadi pada atap. "Atap balai dusun berlubang. Rumah Pak Dasio meteran listriknya jebol," ucapnya.

Hutan Wanagama Gunungkidul

Gunung Kidul - Dalam perjalanan ke kota Wonosari, kita akan melintas desa Gading yang terletak lebih kurang 35 kilometer dari kota Yogyakarta. Dari desa Gading ini, kita akan tiba di Hutan Pendidikan Wanagama I, yang berjarak 1 kilometer dari Gading, terletak di tepi sungai Oya, sehingga tempat ini merupakan perpaduan pemandangan alam yang sangat indah.

Hutan Pendidikan Wanagama I, adalah hutan buatan yang dibangun untuk kepentingan pendidikan, disamping sebagai pola percontohan untuk mengembangkan hutan serbaguna, khususnya dalam mengatasi kekritisan dan penghijauan.


Hutan Pendidikan Wanagama I memiliki luas 80 ha, dikelola oleh Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada. Para remaja dan mereka yang berminat mendalami masalah - masalah kehutanan akan memperoleh manfaat yang besar bilamana berwidyawisata (study-tour) ke Hutan Pendidikan ini. Di lokasi ini tersedia pula areal untuk berkemah dengan kapasitas 200 orang.

Untuk mencapai lokasi ini, dapat dipergunakan kendaraan umum dari terminal bus Yogyakarta, mengambil jurusan Wonosari, turun di desa Gading. Perjalanan dari Gading ke obyek yang dituju, dilakukan dengan berjalan kaki (kecuali bilamana membawa kendaraan sendiri) karena kendaraan umum yang menuju ke lokasi Hutan Pendidikan Wanagama I ini belum ada.

Tiga Menara Peringatan Dini Tsunami Akan Dipasang

GUNUNGKIDUL - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Yogyakarta berencana untuk memasang tiga menara Early Warning System (EWS) atau peringatan dini Tsunami di pesisir pantai selatan. Kepala pelaksana BPBD Provinsi, Gatot Saptadi menjelaskan pemasangan tersebut penting dilakukan.

“Dari evaluasi kami wilayah pesisir selatan sangat perlu dipasang EWS sebagai antisipasi,” jelasnya saat mengikuti gladi lapang gempa bumi berpotensi tsunami di pantai Baron, Minggu (7/10/2012).

Tiga menara tersebut rencananya akan dipasang di dua kabupaten yaitu Kulonprogo dan Gunungkidul. Pihaknya masih menunggu pengadaan EWS yang direncanakan akhir tahun ini sudah ada.

Gatot mengatakan pemasangan EWS akan dilakukan secara bertahap  dengan menggunakan anggaran dari APBN dan APBD provinsi. Sementara pembangunan dan teknis pelaksanaan juga melibatkan beberapa pihak.

“Kami akan berkoordinasi dengan BMKG  termasuk  melibatkan lembaga  dari Jerman GIZ,” jelasnya. (Tribunnjogja.com)

Kasus Dana Tunjangan 33 Anggota DPRD Gunungkidul Dilimpahkan ke Tipikor

GUNUNGKIDUL - Kejaksaan negeri (Kejari) Wonosari telah melimpahkan berkas perkara kasus dugaan korupsi dana tunjangan 33 anggota DPRD Gunungkidul periode 1999/2004 ke Pengadilan tindak pidana korupsi (Tipikor) DIY, Rabu (19/9/2012).

Pengiriman berkas tersebut dilakukan dengan mobil khusus dan pengawalan ketat. Kepala seksi pidana khusus Kejari Wonosari, Sigit Kristanto menjelaskan bahwa ada enam berkas perkara yang dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor.

Hal itu sesuai dengan target Kejari Wonosari yang akan melimpahkan berkas perkara selambat-lambatnya 14 hari sejak penetapan tahanan kota, Kamis (6/9/2012) lalu. “Kami sudah limpahkan (berkas perkara), namun belum tahu jadwal sidang dari Pengadilan Tipikor,” jelasnya kepada Tribun Jogja, Rabu (19/9/2012). (tribunnjogja.com)
 
jos